Software Yang Memiliki Masalah Keamanan Dan Berbahaya

Software Yang Memiliki Masalah Keamanan Dan Berbaya

Software Yang Memiliki Masalah Keamanan Dan Berbahaya Untuk Penggunanya

Dari banyaknya software yang telah, namun ada sebagian besar yang masih memiliki masalah. Apa sajakah Software Yang Memiliki Masalah Keamanan Dan Berbahaya.

Di antara banyaknya aplikasi yang telah beredar, ada sebagian besar yang memiliki masalah yang berhubungan dengan keamanan.

Mungkin bisa termasuk dengan aplikasi yang sering kita gunakan. Masalah pada keamanan memang menjadi sasaran utama adalah data pribadi yang akan diambil tanpa sepengetahuan dari penggunanya.

Aplikasi ini juga sering berjalan pada latar belakang secara diam-diam untuk memperoleh data dari si pengguna. Modus ini juga selalu terjadi secara terus menerus.

Jadi apa yang membuat software yang dibawah ini terlibat tidaklah aman? Mari simak artikel yang ada di bawah ini.

Software Yang Mempunyai Masalah Keamanan dan Berbahaya, Wajib Kalian Uninstall

1. Hola Unblocker

Software yang akan kita bahas pertama kali adalah Hola Unbloker. Software ini sendiri memiliki fungsi sebagai penyedia layanan VPN secara gratis dan software ini sendiri menjadi salah satu software yang paling populer di Chrome Web Store. Hola Unbloker pada saat ini juga telah tersedia untuk Android.

Dalam kemampuannya untuk membuka situs-situs atapupun konten yang sudah diblokir oleh pemerintah. Ataupun penyedia ISP yang membuatnya menjadi salah satu penyedia VPN yang sangat populer. Tidak hanya itu saja, fungsi lain dari VPN adalah untuk memberikan koneksi yang lebih aman daripada dengan layanan proxy

Namun pada kenyataannya, di balik semua kemudahan dari aplikasi ini tampaknya memiliki aktivasi botnet dibelakangnya. Apabila perangkat mulai aplikasi, maka secara otomatis terhubung dengan koneksi yang dikelola oleh pihak ketiga.

Ini berarti bahwa kita dapat membuat hubungan langsung antara komputer dengan server VPN akan sangat mudah di-bypass oleh para hacker.

Dengan demikian, kesimpulannya adalah tidak semua layanan VPN itu aman, apalagi bahwa sistem yang gratis.

Dengan banyaknya pengguna yang harus mereka layani, maka tentu saja akan membutuhkan jumlah bandwith yang besar juga. Koneksi langsung dengan pengguna yang nantinya akan mereka jual pada pihak ketiga.

2. Uber

Pada tahun 2014 lalu Uber pernah memiliki masalah. Salah satu karyawannya untuk melacak aktivitas setiap penumpang, sampai masalah ini diketahui dan dilaporkan.

Dengan demikian, aplikasi tersebut dapat memperoleh setiap data penting dari penggunanya. Seperti dimana penumpang, apa yang mereka lakukan setelah selesai bekerja, dimana mereka bertemu dimalam hari. Dan masih banyak lagi hal-hal sensitif lainnya yang bisa  diperoleh dari penumpangnya tersebut.

Sejak dilaporlakan dengan dugaan pelanggaran privasi itu, Uber akhirnya kembali memperbarui ketentuannya.

Kini pengemudi hanya dapat melihat catatan-catatan perjalanan untuk keperluan dan perbaikan bug pada fitur perjalanan.

Meskipun telah di perbarui, rupanya pada tahun 2016 lalu masih ditemukan permasalahan pada uber. Salah satu penumpang Uber di London mengalami kerugian atas akunnya yang terkena hack.

Kemudian ada penumpang uber lainnya juga mengalami kerugian sebanyak US$600 atas perjalanannya di New York, padahal dia tidak pernah melakukan perjalanan tersebut.

Masalah yang di atas bisa saja menimpa semua penumpang transportasi online lainnya, termasuk di Indonesia.

3. Adobe Flash Player

Meskipun perangkat lunak ini sudah jarang digunakan, tampaknya Flash Player masih digunakan oleh 10 persen dari situs di seluruh dunia. Dalam situs web modern, Flash Player tidak lagi digunakan, terutama untuk metode penayangan iklan.

Kasus terburuk yang pernah terjadi karena penggunaan flash player pada tahun 2011 lalu. Flash Player secara otomatis digunakan untuk mengaktifkan webcam untuk memata-matai.

Hacker mampu menipu webcam dengan mudah mengaktifkan mikrofon tanpa diketahui oleh pengguna. Metode hacking dengan Flash Player menggunakan teknik click jacking.

Pada tahun 2015, ditemukan 94 celah keamanan. Di antara semua kesalahan ini, 32 kelemahan terkait dengan serangan DOS, 68 kelemahan yang terkait eksekusi kode-kode dan sumber yang berbahaya. Dan ada 13 kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk mencuri informasi langsung dari komputer korban

Flash Player sekarang telah ditinggalkan dan mulai digantikan oleh teknologi yang relevan dan lebih aman yaitu HTML5.

Itulah tadi beberapa software yang penuh dengan masalah keamanan. Anda pernah mengalami kejadian yang terkai dengan aplikasi yang di atas? Kalian bisa share pengalaman kalian di kolom komentar yang ada di bawah ini yah.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.